Referensi Wajib Desain Penelitian Case Study (Studi Kasus)
Jika Anda adalah mahasiswa, dosen, peneliti, atau profesional yang berencana melakukan penelitian studi kasus (case study), berikut ini diberikan referensi tentang case study yang wajib Anda baca untuk mempertajam desain penelitian studi kasus Anda. Daftar referensi berikut dapat dikatakan sebagai referensi wajib karena daftar referensi berikut ini telah masif digunakan oleh peneliti-peneliti studi kasus kelas dunia sebagai referensi.
- Doing Case Study Research: A Practical Guide for Beginning Researchers - Dawson R. Hancock & Bob Algozzine
- Doing Qualitative Research in Educational Settings - Michael Bassey
- Case Study Research: Design and Methods - Robert K. Yin
- Case Study Research: Theory, Methods and Practice - Arch Woodside
- Case study research methods - Bill Gillham
Daftar buku diatas tersedia dan dapat Anda akses di banyak perpustakaan online dengan format pdf.
Sekilas Tentang Studi Kasus (Case Study)
Sebagai informasi untuk Anda, case study atau yang dalam Bahasa Indonesia lazim disebut sebagai studi kasus merupakan metode penelitian yang mendalam terhadap satu fenomena tertentu, yang dapat berupa individu, kelompok, organisasi, peristiwa, dll. yang didalami secara komprehensif dalam kurun waktu tertentu.
Pendekatan ini lazim digunakan untuk mengungkapkan bagaimana dan mengapa sesuatu terjadi. Adapun beberapa alat atau sumber data yang lazim digunakan antara lain wawancara, observasi, dokumen, dan catatan lapangan. Dalam konteks akademis, studi kasus sering kali digunakan dalam disiplin ilmu sosial, bisnis, dan pendidikan untuk menganalisis dinamika di lingkungan yang kompleks. Misalnya, dalam sebuah perusahaan, studi kasus bisa digunakan untuk memahami bagaimana budaya organisasi mempengaruhi produktivitas karyawan. Peneliti akan mengamati interaksi di tempat kerja, mewawancarai para manajer dan karyawan, serta menganalisis dokumen internal perusahaan. Studi ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan wawasan yang mendalam tentang faktor-faktor yang berkontribusi pada produktivitas, yang mungkin tidak terlihat dalam penelitian kuantitatif yang lebih luas.
Dalam pendidikan, studi kasus sering digunakan untuk mengevaluasi implementasi metode pembelajaran tertentu di satu kelas atau sekolah. Misalnya, sebuah studi kasus tentang penerapan teknologi dalam pembelajaran bahasa dapat mengeksplorasi bagaimana guru dan siswa menggunakan alat digital di kelas, mengidentifikasi tantangan dan manfaatnya, serta mengukur dampaknya terhadap keterlibatan dan prestasi siswa. Data dari observasi langsung, wawancara, dan hasil tes siswa dapat memberikan gambaran mendetail tentang proses pembelajaran yang terjadi.
Salah satu keterbatasan studi kasus adalah generalisasi hasilnya. Karena studi kasus berfokus pada unit spesifik, hasilnya mungkin tidak berlaku secara langsung untuk konteks lain. Meskipun demikian, studi kasus tetap berharga karena memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena tertentu, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut atau pengembangan teori.