300+ Kosakata Akademik Bahasa Inggris Beserta Arti dan Contoh
Berikut ini 500 lebih kosakata Bahasa Inggris akademik yang mungkin belum pernah Anda temui sebelumnya. Laman ini dapat Anda simpan sebagai referensi jika di kemudian hari Anda ingin kembali mempelajari kosakata Bahasa Inggris berikut ini. Daftar berikut ini juga dapat Anda jadikan sebagai inspirasi mencari nama untuk brand bisnis Anda.
| Kata Bahasa Inggris | Definisi Akademis | Arti Bahasa Indonesia | Contoh Kalimat & Terjemahan |
|---|---|---|---|
| Aberration | A departure from what is normal, usual, or expected | Penyimpangan dari yang normal | The team's loss was an aberration from their usual excellent performance. (Kekalahan tim itu merupakan penyimpangan dari performa excellent mereka yang biasa.) |
| Abnegation | The act of renouncing or rejecting something | Penolakan atau penyangkalan diri | Her abnegation of worldly pleasures was admired by her followers. (Penyangkalan dirinya terhadap kesenangan duniawi dikagumi oleh pengikutnya.) |
| Acquiesce | To accept something reluctantly but without protest | Menerima dengan pasrah tanpa protes | He had to acquiesce to the committee's decision. (Dia harus menerima keputusan komite dengan pasrah.) |
| Acrimonious | Angry and bitter in speech or debate | Tajam dan pahit dalam debat | The debate ended in acrimonious exchanges. (Debat itu berakhir dengan pertukaran kata-kata yang pahit.) |
| Adumbrate | To report or represent in outline | Menggambarkan secara garis besar | The manager adumbrated the new company strategy. (Manajer menggambarkan secara garis besar strategi perusahaan yang baru.) |
| Alacrity | Brisk and cheerful readiness | Kesiapan yang cepat dan riang | She accepted the invitation with alacrity. (Dia menerima undangan itu dengan kesiapan yang riang.) |
| Anachronism | Something belonging to wrong period | Sesuatu yang tidak sesuai zamannya | The electric car in a Victorian novel is an anachronism. (Mobil listrik dalam novel Victorian adalah sebuah anachronism.) |
| Anathema | Something vehemently disliked | Sesuatu yang sangat dibenci | Corruption is anathema to democratic principles. (Korupsi adalah sesuatu yang sangat dibenci bagi prinsip-prinsip demokrasi.) |
| Antediluvian | Extremely old or old-fashioned | Sangat kuno atau ketinggalan zaman | His antediluvian views on gender roles are unacceptable. (Pandangannya yang ketinggalan zaman tentang peran gender tidak dapat diterima.) |
| Antithesis | Direct opposite of something else | Kebalikan langsung dari sesuatu | His luxurious lifestyle is the antithesis of minimalism. (Gaya hidup mewahnya adalah kebalikan langsung dari minimalisme.) |
| Aplomb | Self-confidence or assurance in difficult situation | Percaya diri dalam situasi sulit | She handled the crisis with remarkable aplomb. (Dia menangani krisis dengan percaya diri yang mengagumkan.) |
| Apogee | The highest point in development or achievement | Titik tertinggi dalam perkembangan | The empire reached its apogee during his reign. (Kekaisaran mencapai titik tertingginya selama masa pemerintahannya.) |
| Apostate | A person who renounces religious or political belief | Orang yang meninggalkan keyakinan | He was considered an apostate by his former community. (Dia dianggap sebagai seorang apostate oleh mantan komunitasnya.) |
| Approbation | Approval or praise | Persetujuan atau pujian | The new policy received widespread approbation. (Kebijakan baru menerima persetujuan yang luas.) |
| Arduous | Involving strenuous effort; difficult | Memerlukan usaha keras; sulit | The arduous journey took them through mountains. (Perjalanan sulit itu membawa mereka melintasi pegunungan.) |
| Ascetic | Practicing severe self-discipline | Melakukan disiplin diri ketat | The ascetic monk lived in a simple hut. (Biksu ascetic itu tinggal di gubuk sederhana.) |
| Assiduous | Showing great care and perseverance | Menunjukkan ketekunan dan perhatian | She was assiduous in her research. (Dia tekun dalam penelitiannya.) |
| Astringent | Sharp or severe in manner or style | Tajam atau keras dalam sikap | His astringent criticism made many people uncomfortable. (Kritiknya yang tajam membuat banyak orang tidak nyaman.) |
| Attenuate | To reduce in force or intensity | Mengurangi kekuatan atau intensitas | The medicine helps attenuate the symptoms. (Obat itu membantu mengurangi gejalanya.) |
| Audacious | Showing willingness to take bold risks | Berani mengambil risiko | His audacious plan surprised everyone. (Rencananya yang berani mengejutkan semua orang.) |
| Austere | Severe or strict in manner or appearance | Ketat dalam sikap atau penampilan | The austere building reflected his personality. (Bangunan yang austere itu mencerminkan kepribadiannya.) |
| Axiomatic | Self-evident or unquestionable | Sudah jelas atau tak terbantahkan | It is axiomatic that all people are equal. (Sudah jelas bahwa semua orang setara.) |
| Belligerent | Hostile and aggressive | Bermusuhan dan agresif | The belligerent nation threatened its neighbors. (Bangsa yang belligerent itu mengancam tetangganya.) |
| Benevolent | Well meaning and kindly | Baik hati dan bermaksud baik | The benevolent donor helped build the school. (Donatur yang benevolent membantu membangun sekolah.) |
| Bucolic | Relating to pleasant aspects of countryside | Berkaitan dengan kehidupan pedesaan | The painting depicted a bucolic scene. (Lukisan itu menggambarkan pemandangan pedesaan.) |
| Cacophony | Harsh, discordant mixture of sounds | Campuran suara yang tidak harmonis | A cacophony of horns filled the street. (Campuran suara klakson yang tidak harmonis memenuhi jalanan.) |
| Cajole | To persuade with flattery or gentle urging | Membujuk dengan pujian atau rayuan | She managed to cajole him into helping. (Dia berhasil membujuknya untuk membantu.) |
| Callous | Showing or having insensitive cruelty | Tidak berperasaan atau kejam | His callous remarks hurt her feelings. (Ucapannya yang callous melukai perasaannya.) |
| Capricious | Given to sudden changes of mood or behavior | Mudah berubah mood atau perilaku | The capricious weather ruined our plans. (Cuaca yang capricious merusak rencana kami.) |
| Castigate | To reprimand severely | Menegur dengan keras | The teacher castigated the student for cheating. (Guru menegur dengan keras siswa yang menyontek.) |
| Catalyst | Something that causes change or action | Pemicu perubahan atau tindakan | The protest was a catalyst for reform. (Protes itu menjadi katalis untuk reformasi.) |
| Caustic | Sarcastic in a scathing way | Sarkastik dengan cara yang pedas | Her caustic wit made her famous. (Kecerdasannya yang caustic membuatnya terkenal.) |
| Clandestine | Kept secret or done secretively | Dirahasiakan atau dilakukan diam-diam | They held clandestine meetings. (Mereka mengadakan pertemuan clandestine.) |
| Cogent | Clear, logical, and convincing | Jelas, logis, dan meyakinkan | He presented a cogent argument. (Dia menyajikan argumen yang cogent.) |
| Collusion | Secret cooperation for deceitful purposes | Kerjasama rahasia untuk tujuan curang | The companies were accused of collusion. (Perusahaan-perusahaan dituduh melakukan kolusi.) |
| Commodious | Roomy and comfortable | Luas dan nyaman | The commodious apartment had three bedrooms. (Apartemen yang commodious itu memiliki tiga kamar tidur.) |
| Compendious | Containing all necessary information in brief form | Berisi informasi lengkap secara singkat | She wrote a compendious guide. (Dia menulis panduan yang compendious.) |
| Concomitant | Naturally accompanying or associated | Mengiringi atau terkait secara alami | Stress is a concomitant of high-pressure jobs. (Stres adalah concomitant dari pekerjaan bertekanan tinggi.) |
| Conflagration | An extensive fire destroying great deal | Kebakaran besar yang menghancurkan | The conflagration destroyed the entire forest. (Kebakaran besar itu menghancurkan seluruh hutan.) |
| Congenial | Pleasant because suited to one's taste | Menyenangkan karena sesuai selera | He found the work environment congenial. (Dia menemukan lingkungan kerja yang congenial.) |
| Conundrum | A confusing and difficult problem | Masalah membingungkan dan sulit | The case presented a legal conundrum. (Kasus itu menyajikan conundrum hukum.) |
| Convivial | Friendly, lively, and enjoyable | Ramah, hidup, dan menyenangkan | The convivial atmosphere made everyone happy. (Suasana yang convivial membuat semua orang senang.) |
| Copious | Abundant in supply or quantity | Berlimpah dalam persediaan atau jumlah | She took copious notes during the lecture. (Dia membuat catatan copious selama kuliah.) |
| Corroborate | To confirm or give support to | Menguatkan atau mendukung | The evidence corroborated his story. (Bukti menguatkan ceritanya.) |
| Countenance | To admit as acceptable or possible | Mengizinkan atau menerima | I cannot countenance such behavior. (Saya tidak dapat menerima perilaku seperti itu.) |
| Coup | A sudden, violent, illegal seizure of power | Pengambilalihan kekuasaan secara tiba-tiba | The military coup overthrew the government. (Kudeta militer menggulingkan pemerintah.) |
| Covet | To yearn to possess something | Sangat ingin memiliki sesuatu | He coveted his neighbor's car. (Dia sangat ingin memiliki mobil tetangganya.) |
| Culpable | Deserving blame; guilty | Layak disalahkan; bersalah | The investigation found him culpable for the accident. (Penyelidikan menemukan dia bersalah atas kecelakaan itu.) |
| Dearth | A scarcity or lack of something | Kekurangan atau ketiadaan sesuatu | There is a dearth of reliable information on this topic. (Ada kekurangan informasi yang dapat diandalkan tentang topik ini.) |
| Debilitate | To make someone weak and infirm | Melemahkan seseorang | The illness debilitated him for months. (Penyakit itu melematkannya selama berbulan-bulan.) |
| Decorous | In keeping with good taste and propriety | Sesuai dengan selera dan kepatutan yang baik | Her decorous behavior impressed the guests. (Perilakunya yang decorous mengesankan para tamu.) |
| Deleterious | Causing harm or damage | Menimbulkan bahaya atau kerusakan | The chemical has deleterious effects on the environment. (Bahan kimia itu memiliki efek deleterious pada lingkungan.) |
| Demagogue | A political leader who seeks support by appealing to popular desires | Pemimpin politik yang mencari dukungan dengan menarik keinginan populer | The demagogue used fear to gain power. (Demagogue itu menggunakan ketakutan untuk mendapatkan kekuasaan.) |
| Denigrate | To criticize unfairly; to disparage | Mengkritik secara tidak adil; merendahkan | He denigrated his opponents' achievements. (Dia merendahkan pencapaian lawan-lawannya.) |
| Deride | To express contempt for; to ridicule | Mengekspresikan penghinaan; mengolok-olok | They derided his proposal as unrealistic. (Mereka mengolok-olok proposalnya sebagai tidak realistis.) |
| Desultory | Lacking a plan, purpose, or enthusiasm | Kurang rencana, tujuan, atau antusiasme | She made a desultory attempt to clean the room. (Dia melakukan upaya desultory untuk membersihkan kamar.) |
| Diatribe | A forceful and bitter verbal attack | Serangan verbal yang kuat dan pahit | He launched into a diatribe against the government. (Dia melontarkan diatribe terhadap pemerintah.) |
| Dichotomy | A division or contrast between two things | Pembagian atau kontras antara dua hal | There is a dichotomy between theory and practice. (Ada dikotomi antara teori dan praktik.) |
| Didactic | Intended to teach, particularly in having moral instruction | Dimaksudkan untuk mengajar, terutama dalam hal instruksi moral | The novel has a didactic purpose. (Novel itu memiliki tujuan didactic.) |
| Diffident | Modest or shy due to lack of self-confidence | Rendah hati atau pemalu karena kurang percaya diri | Her diffident manner hid her intelligence. (Sikapnya yang diffident menyembunyikan kecerdasannya.) |
| Dilatory | Slow to act; intended to cause delay | Lambat bertindak; dimaksudkan untuk menyebabkan penundaan | The company used dilatory tactics to avoid payment. (Perusahaan menggunakan taktik dilatory untuk menghindari pembayaran.) |
| Disparate | Essentially different in kind; not allowing comparison | Pada dasarnya berbeda dalam jenis; tidak memungkinkan perbandingan | They come from disparate backgrounds. (Mereka berasal dari latar belakang yang disparate.) |
| Dissemble | To conceal one's true motives or feelings | Menyembunyikan motif atau perasaan sejati seseorang | He dissembled his disappointment with a smile. (Dia menyembunyikan kekecewaannya dengan senyuman.) |
| Disseminate | To spread widely, especially information | Menyebarkan secara luas, terutama informasi | The organization disseminates health information. (Organisasi itu menyebarluaskan informasi kesehatan.) |
| Dissident | A person who opposes official policy | Orang yang menentang kebijakan resmi | The dissident was arrested for protesting. (Dissident itu ditangkap karena memprotes.) |
| Divergent | Tending to be different or develop in different directions | Cenderung berbeda atau berkembang dalam arah yang berbeda | They held divergent opinions on the issue. (Mereka memiliki pendapat yang divergent tentang masalah ini.) |
| Dogmatic | Inclined to lay down principles as undeniably true | Cenderung menetapkan prinsip sebagai hal yang tidak terbantahkan | His dogmatic approach prevented discussion. (Pendekatannya yang dogmatic mencegah diskusi.) |
| Duplicitous | Deceitful; double-dealing | Penuh tipu muslihat; bermuka dua | She was duplicitous in her dealings with both companies. (Dia bermuka dua dalam urusannya dengan kedua perusahaan.) |
| Ebullient | Cheerful and full of energy | Ceria dan penuh energi | She was in an ebullient mood after the victory. (Dia berada dalam suasana hati yang ebullient setelah kemenangan.) |
| Efficacious | Effective; producing the desired result | Efektif; menghasilkan hasil yang diinginkan | The treatment proved efficacious. (Perawatan itu terbukti efficacious.) |
| Egregious | Outstandingly bad; shocking | Sangat buruk; mengejutkan | It was an egregious error in judgment. (Itu adalah kesalahan penilaian yang egregious.) |
| Elicit | To evoke or draw out a response or answer | Membangkitkan atau mengeluarkan tanggapan atau jawaban | The question elicited a strong reaction. (Pertanyaan itu memunculkan reaksi yang kuat.) |
| Eloquent | Fluent or persuasive in speaking or writing | Fasih atau persuasif dalam berbicara atau menulis | She gave an eloquent speech. (Dia memberikan pidato yang eloquent.) |
| Embellish | To make more attractive by adding decorative details | Membuat lebih menarik dengan menambahkan detail dekoratif | He embellished the story to make it more interesting. (Dia mengembel-embeli cerita untuk membuatnya lebih menarik.) |
| Empirical | Based on observation or experience rather than theory | Berdasarkan pengamatan atau pengalaman daripada teori | The research provided empirical evidence. (Penelitian itu memberikan bukti empirical.) |
| Enervate | To cause someone to feel drained of energy | Menyebabkan seseorang merasa kehabisan energi | The heat enervated the workers. (Panas itu melelahkan para pekerja.) |
| Enigmatic | Difficult to interpret or understand; mysterious | Sulit ditafsirkan atau dipahami; misterius | She gave an enigmatic smile. (Dia memberikan senyuman yang enigmatic.) |
| Ephemeral | Lasting for a very short time | Berlangsung untuk waktu yang sangat singkat | Fame is often ephemeral. (Ketenaran seringkali ephemeral.) |
| Equivocate | To use ambiguous language to conceal the truth | Menggunakan bahasa yang ambigu untuk menyembunyikan kebenaran | Politicians often equivocate when answering difficult questions. (Politikus sering berbicara ambigu ketika menjawab pertanyaan sulit.) |
| Erudite | Having or showing great knowledge | Memiliki atau menunjukkan pengetahuan yang besar | The professor was erudite and well-respected. (Profesor itu erudite dan sangat dihormati.) |
| Esoteric | Intended for or understood by only a small group | Dimaksudkan untuk atau dipahami hanya oleh kelompok kecil | The subject matter was too esoteric for general readers. (Materi pelajarannya terlalu esoteric untuk pembaca umum.) |
| Eulogy | A speech or writing in praise of a person | Pidato atau tulisan yang memuji seseorang | He delivered a moving eulogy at the funeral. (Dia menyampaikan eulogy yang mengharukan di pemakaman.) |
| Euphemism | A mild or indirect word substituted for a harsh one | Kata yang lembut atau tidak langsung menggantikan kata yang keras | "Passed away" is a euphemism for "died." ("Meninggal dunia" adalah eufemisme untuk "mati.") |
| Exacerbate | To make a problem or situation worse | Memperburuk masalah atau situasi | His comments exacerbated the conflict. (Komentarnya memperburuk konflik.) |
| Exculpate | To show or declare that someone is not guilty | Menunjukkan atau menyatakan bahwa seseorang tidak bersalah | The evidence exculpated the suspect. (Bukti itu membebaskan tersangka.) |
| Exigent | Pressing; demanding | Mendesak; menuntut | The exigent circumstances required immediate action. (Keadaan exigent memerlukan tindakan segera.) |
| Exonerate | To absolve someone from blame for a fault | Membebaskan seseorang dari tuduhan kesalahan | New evidence exonerated the prisoner. (Bukti baru membebaskan tahanan itu.) |
| Expedient | Convenient and practical, though possibly improper | Nyaman dan praktis, meskipun mungkin tidak pantas | It was expedient to postpone the meeting. (Adalah expedient untuk menunda rapat.) |
| Expedite | To make happen sooner or be accomplished more quickly | Membuat terjadi lebih cepat atau diselesaikan lebih cepat | We need to expedite the approval process. (Kita perlu mempercepat proses persetujuan.) |
| Explicit | Stated clearly and in detail, leaving no room for confusion | Dinyatakan dengan jelas dan terperinci, tidak meninggalkan ruang untuk kebingungan | She gave explicit instructions. (Dia memberikan instruksi yang explicit.) |
| Extol | To praise enthusiastically | Memuji dengan antusias | He extolled the virtues of the new system. (Dia memuji keunggulan sistem baru.) |
| Extraneous | Irrelevant or unrelated to the subject | Tidak relevan atau tidak terkait dengan subjek | Please avoid extraneous details. (Tolong hindari detail yang extraneous.) |
| Facetious | Treating serious issues with inappropriate humor | Memperlakukan masalah serius dengan humor yang tidak pantas | He was being facetious when he made that comment. (Dia sedang facetious ketika membuat komentar itu.) |
| Fallacious | Based on a mistaken belief | Berdasarkan keyakinan yang salah | His argument was fallacious. (Argumennya fallacious.) |
| Fastidious | Very attentive to accuracy and detail | Sangat memperhatikan keakuratan dan detail | She was fastidious about her work. (Dia fastidious tentang pekerjaannya.) |
| Fatuous | Silly and pointless | Bodoh dan tidak ada gunanya | He made some fatuous remarks. (Dia membuat beberapa komentar fatuous.) |
| Fecund | Producing or capable of producing an abundance of offspring or new growth | Menghasilkan atau mampu menghasilkan banyak keturunan atau pertumbuhan baru | The fecund soil yielded abundant crops. (Tanah yang fecund menghasilkan tanaman yang melimpah.) |
| Felicitous | Well chosen or suited to the circumstances | Dipilih dengan baik atau sesuai dengan keadaan | Her felicitous remark eased the tension. (Ucapannya yang felicitous meredakan ketegangan.) |
| Fervent | Having or displaying a passionate intensity | Memiliki atau menunjukkan intensitas yang penuh gairah | She was a fervent supporter of human rights. (Dia adalah pendukung yang fervent untuk hak asasi manusia.) |
| Flagrant | Conspicuously or obviously offensive | Secara mencolok atau jelas-jelas ofensif | It was a flagrant violation of the rules. (Itu adalah pelanggaran flagrant terhadap aturan.) |
| Foment | To instigate or stir up undesirable action | Menghasut atau mengobarkan tindakan yang tidak diinginkan | They were accused of fomenting rebellion. (Mereka dituduh menghasut pemberontakan.) |
| Forbearance | Patient self-control; restraint and tolerance | Pengendalian diri yang sabar; pengekangan dan toleransi | He showed great forbearance in dealing with the situation. (Dia menunjukkan forbearance yang besar dalam menangani situasi itu.) |
| Fortuitous | Happening by chance rather than intention | Terjadi secara kebetulan daripada niat | Our meeting was entirely fortuitous. (Pertemuan kami sepenuhnya fortuitous.) |
| Fractious | Irritable and quarrelsome | Mudah tersinggung dan suka bertengkar | The children were tired and fractious. (Anak-anak itu lelah dan fractious.) |
| Garrulous | Excessively talkative, especially on trivial matters | Terlalu banyak bicara, terutama tentang hal-hal sepele | The garrulous old man told stories for hours. (Pria tua yang garrulous itu bercerita selama berjam-jam.) |
| Gregarious | Fond of company; sociable | Suka berteman; bersosialisasi | She's very gregarious and loves parties. (Dia sangat gregarious dan suka pesta.) |
| Harangue | A lengthy and aggressive speech | Pidato yang panjang dan agresif | He delivered a harangue against the new policy. (Dia menyampaikan harangue terhadap kebijakan baru.) |
| Hegemony | Leadership or dominance, especially by one country | Kepemimpinan atau dominasi, terutama oleh satu negara | The country sought cultural hegemony in the region. (Negara itu mencari hegemoni budaya di kawasan itu.) |
| Idiosyncratic | Relating to idiosyncrasy; peculiar or individual | Berkaitan dengan idiosinkrasi; aneh atau individual | His teaching methods were highly idiosyncratic. (Metode pengajarannya sangat idiosyncratic.) |
| Impecunious | Having little or no money | Memiliki sedikit atau tidak punya uang | The impecunious student struggled to pay tuition. (Siswa yang impecunious itu kesulitan membayar uang sekolah.) |
| Impervious | Not allowing fluid to pass through; unable to be affected by | Tidak memungkinkan cairan melewati; tidak dapat dipengaruhi oleh | He seemed impervious to criticism. (Dia tampak impervious terhadap kritik.) |
| Impetuous | Acting or done quickly without thought | Bertindak atau dilakukan dengan cepat tanpa pemikiran | Her impetuous decision led to problems. (Keputusannya yang impetuous menyebabkan masalah.) |
| Implacable | Unable to be appeased or placated | Tidak dapat diredakan atau didamaikan | He was an implacable enemy. (Dia adalah musuh yang implacable.) |
| Importune | To ask persistently or pressingly | Meminta secara terus-menerus atau mendesak | He importuned her for a loan. (Dia memohon pinjaman darinya.) |
| Impugn | To dispute the truth or validity of | Memperdebatkan kebenaran atau validitas | He impugned her motives. (Dia mempertanyakan motifnya.) |
| Inchoate | Just begun and so not fully formed | Baru saja dimulai dan belum sepenuhnya terbentuk | The plan was still inchoate. (Rencana itu masih inchoate.) |
| Incipient | Beginning to happen or develop | Mulai terjadi atau berkembang | They detected incipient signs of recovery. (Mereka mendeteksi tanda-tanda incipient pemulihan.) |
| Incontrovertible | Not able to be denied or disputed | Tidak dapat disangkal atau diperdebatkan | The evidence was incontrovertible. (Buktinya incontrovertible.) |
| Indefatigable | Persisting tirelessly | Berkelanjutan tanpa lelah | She was an indefatigable campaigner for justice. (Dia adalah juru kampanye yang indefatigable untuk keadilan.) |
| Indolent | Wanting to avoid activity; lazy | Ingin menghindari aktivitas; malas | His indolent attitude annoyed his coworkers. (Sikapnya yang indolent mengganggu rekan kerjanya.) |
| Ineffable | Too great or extreme to be expressed in words | Terlalu besar atau ekstrem untuk diungkapkan dengan kata-kata | The beauty of the scene was ineffable. (Keindahan pemandangan itu ineffable.) |
| Inexorable | Impossible to stop or prevent | Tidak mungkin dihentikan atau dicegah | The inexorable march of time. (Langkah waktu yang inexorable.) |
| Ingenuous | Innocent and unsuspecting | Polos dan tidak curiga | She gave him an ingenuous smile. (Dia memberinya senyuman yang ingenuous.) |
| Inimical | Tending to obstruct or harm | Cenderung menghalangi atau membahayakan | These policies are inimical to economic growth. (Kebijakan ini inimical terhadap pertumbuhan ekonomi.) |
| Innocuous | Not harmful or offensive | Tidak berbahaya atau ofensif | It seemed like an innocuous question. (Itu tampak seperti pertanyaan yang innocuous.) |
| Insidious | Proceeding in a gradual, subtle way with harmful effects | Berlangsung secara bertahap, halus dengan efek berbahaya | The disease has an insidious onset. (Penyakit itu memiliki onset yang insidious.) |
| Insipid | Lacking flavor; lacking vigor or interest | Kurang rasa; kurang semangat atau minat | The soup was insipid and needed seasoning. (Supnya insipid dan perlu dibumbui.) |
| Intractable | Hard to control or deal with | Sulit dikendalikan atau ditangani | The intractable problem required innovative solutions. (Masalah yang intractable memerlukan solusi inovatif.) |
| Intransigent | Unwilling to change one's views | Tidak mau mengubah pandangan seseorang | The intransigent negotiator refused to compromise. (Negosiator yang intransigent menolak untuk berkompromi.) |
| Intrepid | Fearless; adventurous | Takut; petualang | The intrepid explorer ventured into unknown territory. (Penjelajah yang intrepid melakukan perjalanan ke wilayah yang tidak dikenal.) |
| Inundate | To overwhelm with things to be dealt with | Membanjiri dengan hal-hal yang harus ditangani | We were inundated with applications. (Kami dibanjiri dengan aplikasi.) |
| Inured | Accustomed to something unpleasant | Terbiasa dengan sesuatu yang tidak menyenangkan | He became inured to the hardships. (Dia menjadi terbiasa dengan kesulitan.) |
| Invective | Insulting, abusive, or highly critical language | Bahasa yang menghina, kasar, atau sangat kritis | He shouted invectives at his opponents. (Dia berteriak mengucapkan kata-kata invective kepada lawan-lawannya.) |
| Irascible | Easily provoked to anger | Mudah tersinggung hingga marah | The irascible old man was avoided by his neighbors. (Pria tua yang irascible itu dihindari oleh tetangganya.) |
| Jejune | Naive, simplistic, and superficial | Naif, sederhana, dan dangkal | His jejune understanding of the issue was apparent. (Pemahamannya yang jejune tentang masalah itu jelas.) |
| Jocular | Fond of or characterized by joking | Suka atau dicirikan oleh bercanda | His jocular manner made him popular. (Sikapnya yang jocular membuatnya populer.) |
| Jubilant | Feeling or expressing great happiness | Merasa atau mengekspresikan kebahagiaan besar | The crowd was jubilant after the victory. (Kerumunan itu jubilant setelah kemenangan.) |
| Judicious | Having, showing, or done with good judgment | Memiliki, menunjukkan, atau dilakukan dengan penilaian yang baik | She made a judicious decision. (Dia membuat keputusan yang judicious.) |
| Laconic | Using very few words | Menggunakan sangat sedikit kata | His laconic reply ended the conversation. (Balasannya yang laconic mengakhiri percakapan.) |
| Lament | To express sorrow or regret | Mengekspresikan kesedihan atau penyesalan | She lamented the loss of traditional values. (Dia meratapi hilangnya nilai-nilai tradisional.) |
| Languid | Displaying or having a disinclination for physical exertion | Menampilkan atau memiliki keengganan untuk aktivitas fisik | She spoke in a languid voice. (Dia berbicara dengan suara yang languid.) |
| Largess | Generosity in bestowing money or gifts | Kemurahan hati dalam memberikan uang atau hadiah | The company's largess supported many charities. (Kemurahan hati perusahaan mendukung banyak amal.) |
| Laudable | Deserving praise and commendation | Layak dipuji dan dipuji | Their efforts to help were laudable. (Upaya mereka untuk membantu adalah laudable.) |
| Lethargic | Affected by lethargy; sluggish and apathetic | Terpengaruh oleh kelesuan; lamban dan apatis | The hot weather made everyone lethargic. (Cuaca panas membuat semua orang lethargic.) |
| Levity | Humor or frivolity, especially when inappropriate | Humor atau kesembronoan, terutama ketika tidak pantas | His levity was out of place at the funeral. (Keluguannya tidak pada tempatnya di pemakaman.) |
| Loquacious | Tending to talk a great deal | Cenderung banyak bicara | The loquacious tour guide talked nonstop. (Pemandu wisata yang loquacious itu berbicara tanpa henti.) |
| Lucid | Expressed clearly; easy to understand | Diekspresikan dengan jelas; mudah dimengerti | She gave a lucid explanation of the problem. (Dia memberikan penjelasan yang lucid tentang masalah itu.) |
| Lugubrious | Looking or sounding sad and dismal | Tampak atau terdengar sedih dan suram | He spoke in a lugubrious tone. (Dia berbicara dengan nada yang lugubrious.) |
| Magnanimous | Very generous or forgiving | Sangat dermawan atau pemaaf | The winner was magnanimous in victory. (Pemenangnya magnanimous dalam kemenangan.) |
| Malaise | A general feeling of discomfort or unease | Perasaan tidak nyaman atau gelisah secara umum | There was a sense of malaise in the office. (Ada rasa malaise di kantor.) |
| Malleable | Easily influenced; pliable | Mudah dipengaruhi; lentur | Young minds are malleable. (Pikiran muda itu malleable.) |
| Maudlin | Self-pityingly or tearfully sentimental | Sentimental yang mengasihani diri sendiri atau menangis | He became maudlin after drinking too much. (Dia menjadi maudlin setelah minum terlalu banyak.) |
| Mendacious | Not telling the truth; lying | Tidak mengatakan yang sebenarnya; berbohong | He was known for his mendacious statements. (Dia dikenal karena pernyataannya yang mendacious.) |
| Mercurial | Subject to sudden or unpredictable changes | Tunduk pada perubahan yang tiba-tiba atau tidak terduga | His mercurial temperament made him unpredictable. (Temperamennya yang mercurial membuatnya tidak terduga.) |
| Meticulous | Showing great attention to detail | Menunjukkan perhatian besar terhadap detail | She was meticulous in her work. (Dia meticulous dalam pekerjaannya.) |
| Mollify | To appease the anger or anxiety of someone | Untuk meredakan kemarahan atau kecemasan seseorang | He tried to mollify the angry customer. (Dia mencoba menenangkan pelanggan yang marah.) |
| Moribund | At the point of death; in terminal decline | Pada titik kematian; dalam penurunan terminal | The industry was moribund until new technology revived it. (Industri itu moribund sampai teknologi baru menghidupkannya kembali.) |
| Munificent | More generous than is usual or necessary | Lebih dermawan daripada biasanya atau diperlukan | The munificent donation helped build the hospital. (Sumbangan yang munificent membantu membangun rumah sakit.) |
| Myriad | A countless or extremely great number | Sejumlah besar atau sangat banyak | There are myriad reasons for the decision. (Ada myriad alasan untuk keputusan itu.) |
| Nadir | The lowest point in the fortunes of a person | Titik terendah dalam keberuntungan seseorang | His career reached its nadir after the scandal. (Kariernya mencapai nadir setelah skandal.) |
| Nebulous | In the form of a cloud or haze; vague | Dalam bentuk awan atau kabut; samar-samar | The plan was still nebulous. (Rencananya masih nebulous.) |
| Nefarious | Wicked or criminal | Jahat atau kriminal | They were involved in nefarious activities. (Mereka terlibat dalam kegiatan nefarious.) |
| Negligible | So small or unimportant as to be not worth considering | Sangat kecil atau tidak penting sehingga tidak layak dipertimbangkan | The difference in price was negligible. (Perbedaan harganya negligible.) |
| Nonchalant | Feeling or appearing casually calm and relaxed | Merasa atau tampak tenang dan santai | She was nonchalant about the exam results. (Dia nonchalant tentang hasil ujian.) |
| Noxious | Harmful, poisonous, or very unpleasant | Berbahaya, beracun, atau sangat tidak menyenangkan | The factory released noxious fumes. (Pabrik mengeluarkan asap noxious.) |
| Obfuscate | To make obscure, unclear, or unintelligible | Membuat tidak jelas, kabur, atau tidak dapat dipahami | He obfuscated the issue with technical jargon. (Dia mengaburkan masalah dengan jargon teknis.) |
| Oblique | Not explicit or direct in addressing a point | Tidak eksplisit atau langsung dalam mengatasi suatu poin | She made an oblique reference to the problem. (Dia membuat referensi oblique kepada masalah itu.) |
| Obsequious | Obedient or attentive to an excessive degree | Taat atau perhatian sampai tingkat yang berlebihan | The obsequious waiter annoyed the customers. (Pelayan yang obsequious mengganggu para pelanggan.) |
| Ostensible | Stated or appearing to be true, but not necessarily so | Dinyatakan atau tampaknya benar, tetapi belum tentu demikian | Her ostensible reason for visiting was to see the exhibition. (Alasan ostensible-nya untuk berkunjung adalah untuk melihat pameran.) |
| Ostentatious | Characterized by vulgar or pretentious display | Ditandai dengan tampilan yang vulgar atau sok | He lived in an ostentatious mansion. (Dia tinggal di rumah besar yang ostentatious.) |
| Palliate | To make less severe or unpleasant without removing the cause | Membuat kurang parah atau tidak menyenangkan tanpa menghilangkan penyebabnya | The medicine palliated the symptoms. (Obat itu meringankan gejalanya.) |
| Panacea | A solution or remedy for all difficulties or diseases | Solusi atau obat untuk semua kesulitan atau penyakit | There is no panacea for poverty. (Tidak ada panacea untuk kemiskinan.) |
| Paradigm | A typical example or pattern of something | Contoh atau pola khas dari sesuatu | This case represents a paradigm of corporate greed. (Kasus ini mewakili paradigma keserakahan perusahaan.) |
| Paragon | A person or thing regarded as a perfect example | Seseorang atau sesuatu yang dianggap sebagai contoh sempurna | She was a paragon of virtue. (Dia adalah paragon kebajikan.) |
| Pariah | An outcast | Orang buangan | He became a social pariah after the scandal. (Dia menjadi pariah sosial setelah skandal.) |
| Parsimonious | Unwilling to spend money or use resources | Enggan menghabiskan uang atau menggunakan sumber daya | His parsimonious habits saved the company money. (Kebiasaannya yang parsimonious menghemat uang perusahaan.) |
| Pejorative | Expressing contempt or disapproval | Mengekspresikan penghinaan atau ketidaksetujuan | The term has acquired a pejorative meaning. (Istilah itu telah memperoleh makna pejorative.) |
| Perfidious | Deceitful and untrustworthy | Penuh tipu daya dan tidak dapat dipercaya | His perfidious actions betrayed their trust. (Tindakannya yang perfidious mengkhianati kepercayaan mereka.) |
| Perfunctory | Carried out with minimum effort or reflection | Dilakukan dengan usaha atau refleksi minimal | He gave a perfunctory nod. (Dia memberikan anggukan perfunctory.) |
| Perspicacious | Having a ready insight into and understanding of things | Memiliki wawasan dan pemahaman yang siap tentang hal-hal | Her perspicacious comments revealed the truth. (Komentarnya yang perspicacious mengungkapkan kebenaran.) |
| Perfidious | Deceitful and untrustworthy | Penuh tipu daya dan tidak dapat dipercaya | His perfidious actions betrayed their trust. (Tindakannya yang perfidious mengkhianati kepercayaan mereka.) |
| Phlegmatic | Having an unemotional and stolidly calm disposition | Memiliki watak yang tidak emosional dan tenang | His phlegmatic response surprised everyone. (Tanggapannya yang phlegmatic mengejutkan semua orang.) |
| Pithy | Concise and forcefully expressive | Ringkas dan ekspresif dengan kuat | She offered pithy advice. (Dia menawarkan nasihat yang pithy.) |
| Placate | To make less angry or hostile | Membuat kurang marah atau bermusuhan | He tried to placate the angry crowd. (Dia mencoba menenangkan kerumunan yang marah.) |
| Platitude | A remark that has been used too often to be interesting | Ucapan yang telah digunakan terlalu sering untuk menjadi menarik | He offered platitudes instead of real solutions. (Dia menawarkan platitudes alih-alih solusi nyata.) |
| Plethora | A large or excessive amount of something | Sejumlah besar atau berlebihan dari sesuatu | There is a plethora of information available. (Ada plethora informasi yang tersedia.) |
| Pragmatic | Dealing with things sensibly and realistically | Menangani hal-hal dengan masuk akal dan realistis | She took a pragmatic approach to the problem. (Dia mengambil pendekatan pragmatic terhadap masalah itu.) |
| Precarious | Not securely held or in position; dangerously likely to fall | Tidak dipegang dengan aman atau dalam posisi; berbahaya kemungkinan jatuh | The ladder was in a precarious position. (Tangga itu dalam posisi precarious.) |
| Precipitate | To cause an event to happen suddenly | Menyebabkan suatu peristiwa terjadi secara tiba-tiba | The decision precipitated a crisis. (Keputusan itu memicu krisis.) |
| Precocious | Having developed certain abilities at an earlier age than usual | Telah mengembangkan kemampuan tertentu pada usia yang lebih dini dari biasanya | The precocious child could read at age three. (Anak yang precocious itu bisa membaca pada usia tiga tahun.) |
| Predilection | A preference or special liking for something | Preferensi atau kesukaan khusus untuk sesuatu | She has a predilection for classical music. (Dia memiliki predilection untuk musik klasik.) |
| Prescient | Having knowledge of events before they take place | Memiliki pengetahuan tentang peristiwa sebelum terjadi | His prescient warning saved many lives. (Peringatannya yang prescient menyelamatkan banyak nyawa.) |
| Probity | The quality of having strong moral principles | Kualitas memiliki prinsip moral yang kuat | He was known for his probity in business. (Dia dikenal karena probity-nya dalam bisnis.) |
| Profligate | Recklessly extravagant or wasteful | Lekas marah boros atau boros | His profligate spending ruined the company. (Pengeluarannya yang profligate menghancurkan perusahaan.) |
| Prolific | Producing much fruit or foliage or many offspring | Menghasilkan banyak buah atau dedaunan atau banyak keturunan | He was a prolific writer. (Dia adalah penulis yang prolific.) |
| Propensity | An inclination or natural tendency to behave in a particular way | Kecenderungan atau kecenderungan alami untuk berperilaku dengan cara tertentu | He has a propensity for taking risks. (Dia memiliki propensity untuk mengambil risiko.) |
| Prosaic | Having the style or diction of prose; lacking poetic beauty | Memiliki gaya atau diksi prosa; kurang keindahan puitis | His writing was competent but prosaic. (Tulisannya kompeten tetapi prosaic.) |
| Puerile | Childishly silly and trivial | Kekanak-kanakan dan sepele | His puerile behavior annoyed the adults. (Perilakunya yang puerile mengganggu orang dewasa.) |
| Pugnacious | Eager or quick to argue, quarrel, or fight | Bersemangat atau cepat untuk berdebat, bertengkar, atau berkelahi | His pugnacious nature got him into trouble. (Sifatnya yang pugnacious membuatnya mendapat masalah.) |
| Pulchritude | Physical beauty | Kecantikan fisik | She was known for her pulchritude. (Dia dikenal karena pulchritude-nya.) |
| Punctilious | Showing great attention to detail or correct behavior | Menunjukkan perhatian besar terhadap detail atau perilaku yang benar | He was punctilious about etiquette. (Dia punctilious tentang etiket.) |
| Querulous | Complaining in a petulant or whining manner | Mengeluh dengan cara yang mudah tersinggung atau merengek | The querulous patient complained about everything. (Pasien yang querulous itu mengeluh tentang segalanya.) |
| Quixotic | Exceedingly idealistic; unrealistic and impractical | Sangat idealistis; tidak realistis dan tidak praktis | His quixotic quest was doomed to fail. (Pencariannya yang quixotic ditakdirkan untuk gagal.) |
| Rancorous | Characterized by bitterness or resentment | Ditandai dengan kepahitan atau kebencian | The debate became rancorous. (Debat menjadi rancorous.) |
| Recalcitrant | Having an obstinately uncooperative attitude | Memiliki sikap tidak kooperatif dengan keras kepala | The recalcitrant student refused to follow rules. (Siswa yang recalcitrant itu menolak mengikuti aturan.) |
| Recidivism | The tendency of a convicted criminal to reoffend | Kecenderungan narapidana untuk mengulangi kejahatan | The program aims to reduce recidivism. (Program ini bertujuan untuk mengurangi recidivism.) |
| Redoubtable | Inspiring fear or respect | Menginspirasi ketakutan atau rasa hormat | He was a redoubtable opponent. (Dia adalah lawan yang redoubtable.) |
| Refractory | Stubborn or unmanageable | Keras kepala atau tidak dapat diatur | The refractory material resisted high temperatures. (Bahan refractory itu tahan terhadap suhu tinggi.) |
| Repudiate | To refuse to accept or be associated with | Menolak untuk menerima atau dikaitkan dengan | She repudiated the allegations. (Dia menolak tuduhan itu.) |
| Rescind | To revoke, cancel, or repeal | Mencabut, membatalkan, atau mencabut | The company rescinded the job offer. (Perusahaan mencabut penawaran pekerjaan.) |
| Reticent | Not revealing one's thoughts or feelings readily | Tidak mengungkapkan pikiran atau perasaan seseorang dengan mudah | He was reticent about his personal life. (Dia reticent tentang kehidupan pribadinya.) |
| Rhetoric | The art of effective or persuasive speaking or writing | Seni berbicara atau menulis yang efektif atau persuasif | His speech was full of empty rhetoric. (Pidatonya penuh dengan retorika kosong.) |
| Sagacious | Having or showing keen mental discernment | Memiliki atau menunjukkan kebijaksanaan mental yang tajam | The sagacious old man offered wise counsel. (Pria tua yang sagacious itu menawarkan nasihat bijak.) |
| Salubrious | Health-giving; healthy | Memberikan kesehatan; sehat | The mountain air was salubrious. (Udara gunung itu salubrious.) |
| Sanctimonious | Making a show of being morally superior | Mempertontonkan diri secara moral superior | His sanctimonious attitude annoyed everyone. (Sikapnya yang sanctimonious mengganggu semua orang.) |
| Sanguine | Optimistic or positive, especially in a bad situation | Optimis atau positif, terutama dalam situasi buruk | She remained sanguine about the outcome. (Dia tetap sanguine tentang hasilnya.) |
| Sardonic | Grimly mocking or cynical | Sinis mengejek atau sinis | He gave a sardonic smile. (Dia memberikan senyuman sardonic.) |
| Sartorial | Relating to tailoring, clothes, or style of dress | Berkaitan dengan penjahitan, pakaian, atau gaya berpakaian | He was known for his sartorial elegance. (Dia dikenal karena keanggunan sartorial-nya.) |
| Scurrilous | Making or spreading scandalous claims | Membuat atau menyebarkan klaim yang memalukan | The newspaper published scurrilous rumors. (Koran itu menerbitkan rumor yang scurrilous.) |
| Sedulous | Showing dedication and diligence | Menunjukkan dedikasi dan ketekunan | She was sedulous in her studies. (Dia sedulous dalam studinya.) |
| Solicitous | Characterized by or showing interest or concern | Ditandai dengan atau menunjukkan minat atau kepedulian | He was solicitous about her health. (Dia solicitous tentang kesehatannya.) |
| Soporific | Tending to induce drowsiness or sleep | Cenderung menyebabkan kantuk atau tidur | The lecture had a soporific effect. (Kuliah itu memiliki efek soporific.) |
| Specious | Superficially plausible, but actually wrong | Secara sepintas masuk akal, tetapi sebenarnya salah | His argument was specious and misleading. (Argumennya specious dan menyesatkan.) |
| Stoic | Enduring pain and hardship without showing feelings | Bertahan dalam rasa sakit dan kesulitan tanpa menunjukkan perasaan | She remained stoic throughout the ordeal. (Dia tetap stoic selama cobaan.) |
| Stratagem | A plan or scheme, especially one used to outwit an opponent | Rencana atau skema, terutama yang digunakan untuk mengakali lawan | They used a clever stratagem to win the battle. (Mereka menggunakan stratagem yang cerdik untuk memenangkan pertempuran.) |
| Strident | Loud and harsh; grating | Keras dan kasar; menggerinda | Her strident voice could be heard across the room. (Suaranya yang strident bisa terdengar di seberang ruangan.) |
| Succinct | Briefly and clearly expressed | Diekspresikan secara singkat dan jelas | She gave a succinct summary. (Dia memberikan ringkasan yang succinct.) |
| Supercilious | Behaving as though one thinks one is superior | Bersikap seolah-olah seseorang berpikir dirinya superior | His supercilious attitude made him unpopular. (Sikapnya yang supercilious membuatnya tidak populer.) |
| Surreptitious | Kept secret, especially because it would not be approved | Dirahasiakan, terutama karena tidak akan disetujui | He took a surreptitious glance at his notes. (Dia melirik catatannya secara diam-diam.) |
| Taciturn | Reserved or uncommunicative in speech | Pendiam atau tidak komunikatif dalam berbicara | The taciturn man rarely spoke. (Pria yang taciturn itu jarang berbicara.) |
| Temerity | Excessive confidence or boldness | Kepercayaan diri atau keberanian yang berlebihan | He had the temerity to question the expert. (Dia memiliki keberanian untuk mempertanyakan ahli.) |
| Tenuous | Very weak or slight | Sangat lemah atau sedikit | The connection between them was tenuous. (Hubungan di antara mereka tenuous.) |
| Timorous | Showing or suffering from nervousness or lack of confidence | Menunjukkan atau menderita karena gugup atau kurang percaya diri | She gave a timorous reply. (Dia memberikan jawaban yang timorous.) |
| Torpor | A state of physical or mental inactivity | Keadaan tidak aktif secara fisik atau mental | The heat induced a state of torpor. (Panas menginduksi keadaan torpor.) |
| Tractable | Easy to control or influence | Mudah dikendalikan atau dipengaruhi | The tractable child followed instructions. (Anak yang tractable itu mengikuti instruksi.) |
| Transient | Lasting only for a short time | Berlangsung hanya untuk waktu yang singkat | The feeling of happiness was transient. (Perasaan bahagia itu transient.) |
| Trenchant | Vigorous or incisive in expression or style | Kuat atau tajam dalam ekspresi atau gaya | She offered trenchant criticism. (Dia menawarkan kritik yang trenchant.) |
| Truculent | Eager or quick to argue or fight; aggressively defiant | Bersemangat atau cepat untuk berdebat atau berkelahi; secara agresif menantang | His truculent behavior caused problems. (Perilakunya yang truculent menyebabkan masalah.) |
| Ubiquitous | Present, appearing, or found everywhere | Hadir, muncul, atau ditemukan di mana-mana | Mobile phones are ubiquitous nowadays. (Ponsel ada di mana-mana saat ini.) |
| Umbrage | Offense or annoyance | Kesalahan atau gangguan | He took umbrage at her remarks. (Dia tersinggung dengan komentarnya.) |
| Unctuous | Excessively flattering or ingratiating | Terlalu menyanjung atau menyenangkan | His unctuous manner was insincere. (Sikapnya yang unctuous tidak tulus.) |
| Vacillate | To alternate between different opinions or actions | Bergantian antara pendapat atau tindakan yang berbeda | He vacillated between two choices. (Dia bimbang antara dua pilihan.) |
| Vapid | Offering nothing stimulating or challenging | Tidak menawarkan sesuatu yang merangsang atau menantang | The conversation was vapid and boring. (Percakapannya vapid dan membosankan.) |
| Variegated | Exhibiting different colors, especially as irregular patches | Memamerkan warna yang berbeda, terutama sebagai tambalan tidak teratur | The variegated leaves were beautiful. (Daun yang variegated itu indah.) |
| Venerate | To regard with great respect | Menganggap dengan hormat besar | They venerate their ancestors. (Mereka memuliakan leluhur mereka.) |
| Veracious | Speaking or representing the truth | Berbicara atau mewakili kebenaran | He was known as a veracious witness. (Dia dikenal sebagai saksi yang veracious.) |
| Verbose | Using more words than needed | Menggunakan lebih banyak kata daripada yang dibutuhkan | His writing was verbose and needed editing. (Tulisannya verbose dan perlu diedit.) |
| Vicarious | Experienced in the imagination through another person | Mengalami dalam imajinasi melalui orang lain | She felt vicarious pleasure in her friend's success. (Dia merasakan kesenangan vicarious dalam kesuksesan temannya.) |
| Vicissitude | A change of circumstances or fortune | Perubahan keadaan atau keberuntungan | Life is full of vicissitudes. (Hidup penuh dengan vicissitudes.) |
| Vilify | To speak or write about in an abusively disparaging manner | Berbicara atau menulis tentang dengan cara yang merendahkan secara kasar | He was vilified in the press. (Dia difitnah di pers.) |
| Vindicate | To clear of blame or suspicion | Untuk membersihkan dari kesalahan atau kecurigaan | The evidence vindicated him. (Bukti membenarkannya.) |
| Vitriolic | Filled with bitter criticism or malice | Dipenuhi dengan kritik pahit atau kebencian | She launched a vitriolic attack on her opponent. (Dia melancarkan serangan vitriolic pada lawannya.) |
| Vituperate | To blame or insult in strong or violent language | Menyalahkan atau menghina dengan bahasa yang kuat atau kasar | He vituperated against the government. (Dia mencaci maki pemerintah.) |
| Vociferous | Loud and forceful in expression | Keras dan kuat dalam ekspresi | The vociferous protesters demanded change. (Para pengunjuk rasa yang vociferous menuntut perubahan.) |
| Wanton | Deliberate and unprovoked; sexually unrestrained | Disengaja dan tidak beralasan; tidak terkendali secara seksual | The wanton destruction of property was condemned. (Penghancuran property yang wanton dikutuk.) |
| Whet | To sharpen or stimulate | Untuk mempertajam atau merangsang | The preview whetted our appetite for the movie. (Pratinjau itu mempertajam selera kami untuk film itu.) |
| Wily | Skilled at gaining an advantage, especially deceitfully | Terampil dalam mendapatkan keuntungan, terutama dengan curang | The wily fox escaped the trap. (Rubah yang licik itu lolos dari perangkap.) |
| Winsome | Attractive or appealing in appearance or character | Menarik atau menarik dalam penampilan atau karakter | She had a winsome smile. (Dia memiliki senyuman yang winsome.) |
| Zealous | Having or showing zeal; fervent | Memiliki atau menunjukkan semangat; bersemangat | He was a zealous supporter of the cause. (Dia adalah pendukung yang zealous untuk tujuan itu.) |
| Zenith | The highest point reached by a celestial or other object | Titik tertinggi yang dicapai oleh benda langit atau lainnya | His career reached its zenith in the 1990s. (Kariernya mencapai puncaknya pada 1990-an.) |