Presentasi Poster Akademik: Panduan Saintifik dari Peneliti Jurnal Scopus
Presentasi poster adalah salah satu metode visual untuk mempresentasikan penelitian atau data. Presentasi akademik dengan menggunakan media poster umumnya digunakan dalam konferensi akademik, seminar, dan acara-acara formal-akademik lainnya untuk berbagi temuan secara menarik.
Poster biasanya merupakan gabungan teks, gambar, grafik, dan ilustrasi yang merangkum topik atau tema, sehingga memudahkan penonton yang mungkin memiliki waktu terbatas untuk membaca teks dalam bentuk artikel akademik. Presentasi poster dapat menjadi metode efektif untuk memamerkan penelitian dalam format yang menarik dan interaktif. Namun, ini memerlukan keseimbangan antara konten, desain, dan keterampilan presentasi untuk menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang mudah diakses dan menarik secara visual. Poster memadukan komunikasi visual dan verbal.
Panduan Pembuatan Poster Akademim Untuk Presentasi Ilmiah
Disadur dari website ELT-OER, dijelaskan bahwa dalam sesi presentasi, presenter biasanya berdiri di dekat posternya, menjelaskan, dan mendiskusikan pekerjaannya. Umumnya, poster dipajang di ruangan atau aula besar sehingga peserta dapat berpindah dari satu poster ke poster lainnya sesuai keinginan. Oleh karena itu, penting agar konten disusun dengan jelas, terorganisir, dan menarik secara visual untuk menarik perhatian penonton dengan cepat. Adapun elemen Utama dari Presentasi Poster Komponen inti dari presentasi poster meliputi:
- Judul dan Informasi Penulis: Judul harus singkat, deskriptif, dan menarik untuk segera menyampaikan topik. Informasi penulis mencakup nama dan afiliasi dari yang terlibat dalam penelitian atau proyek.
- Pendahuluan atau Latar Belakang: Bagian ini memberikan konteks, menjelaskan tujuan studi, pentingnya, dan latar belakang yang diperlukan. Harus singkat dan langsung, karena penjelasan panjang akan mengurangi inti poin utama.
- Tujuan atau Pertanyaan Penelitian: Nyatakan dengan jelas pertanyaan penelitian atau tujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang ingin dicapai oleh penelitian tersebut.
- Metode: Jelaskan metodologi secara ringkas, mencakup apa yang dilakukan, bagaimana dilakukan, dan alasan memilih metode tersebut. Visual seperti bagan alur atau diagram proses dapat membantu menyampaikan metode yang kompleks secara singkat.
- Hasil: Sajikan temuan utama secara teratur. Gunakan grafik, tabel, atau diagram untuk merepresentasikan data secara visual, sehingga mudah dipahami secara sekilas. Bagian ini hanya menyoroti hasil yang paling penting agar tidak membebani penonton dengan detail yang berlebihan.
- Kesimpulan: Ringkas poin utama, hubungkan kembali dengan tujuan atau pertanyaan penelitian. Di sini dapat ditekankan mengapa temuan tersebut penting dan kontribusinya terhadap bidang tersebut.
- Referensi: Jika perlu, sertakan referensi sumber utama atau beri penghargaan kepada individu atau organisasi yang mendukung pekerjaan tersebut.
Prinsip Desain untuk Poster yang Efektif
Poster yang dirancang dengan baik sangat penting untuk menarik dan mempertahankan perhatian. Berikut adalah beberapa prinsip desain utama: Kesederhanaan dan Kejelasan: Hindari kekacauan dengan fokus pada informasi penting saja. Gunakan poin-poin, kalimat pendek, dan bahasa ringkas.
- Ukuran dan Jenis Font: Teks harus terbaca dari jarak jauh. Gunakan font yang mudah dibaca seperti Arial atau Helvetica, dengan ukuran minimal 24 untuk teks utama dan 48-60 untuk judul.
- Warna dan Kontras: Gunakan warna kontras untuk membedakan bagian dan membuat teks menonjol dari latar belakang. Namun, hindari terlalu banyak warna agar tetap terlihat profesional.
- Hierarki Visual: Atur konten untuk mengarahkan pandangan penonton secara alami melalui poster. Biasanya, penonton membaca dari atas ke bawah dan kiri ke kanan, jadi letakkan informasi penting sesuai urutan ini.
- Grafik dan Visual: Gunakan grafik, diagram, dan gambar untuk memecah teks dan mengilustrasikan poin. Pastikan gambar berkualitas tinggi dan relevan dengan konten.
- Ruang Kosong: Sisakan ruang kosong di sekitar teks dan gambar untuk membuat poster terlihat tidak terlalu padat dan membantu bagian utama menonjol.
Sebuah studi yang meneliti bagaimana pembuatan dan presentasi poster berkontribusi pada pengembangan identitas ilmiah siswa dan self-efficacy dalam komunikasi ilmiah secara hibrida mengungkap bahwa identitas ilmiah siswa dan efikasi diri dalam komunikasi ilmiah meningkat secara signifikan, serta manfaat dan keluhan tentang presentasi penelitian secara virtual, yaitu mengurangi stres, suasana yang lebih nyaman, tetapi saluran komunikasi yang kurang jelas.
Erren & Bourne yang dikutip dalam Boullata & Mancuso (2007) mengungkapkan 10 aturan berikut untuk mencapai presentasi poster yang baik:
- Definisikan tujuan dengan jelas.
- Judul sangat penting. Formulasikan judul seefisien mungkin.
- Gunakan tata letak dan format yang efektif.
- Jual karya Anda dalam 10 detik. Maksudnya, poster Anda harus dapat dipahami dalam maksimal 10 detik.
- Konten sangat penting, tetapi harus tetap ringkas.
- Poster harus mencerminkan kepribadian Anda.
- Diterimanya poster tidak selalu berarti karya Anda didukung.
- Poster yang bagus memiliki fitur unik.
- Aplikasikan aturan-aturan menulis yang jelas dalam poster.
- Poster harus berdampak baik saat presentasi maupun setelah sesi presentasi poster.
Ross (2019) menemukan bahwa poster mengevaluasi berbagai keterampilan umum dan praktis lulusan yang menuntut pembelajaran tingkat lanjut karena siswa diharuskan menganalisis dan mensintesis informasi untuk presentasi mereka. Pendekatan ini memungkinkan umpan balik dan validasi pengalaman belajar siswa.
Presentasi ini dianggap sebagai metode yang efisien dan efektif untuk mengajar, mengevaluasi, dan memberikan umpan balik kepada sejumlah besar mahasiswa kedokteran tahun pertama. Presentasi poster menawarkan ringkasan visual dari penelitian, peningkatan kualitas, atau upaya perbaikan proses. Poster ini berfungsi sebagai sarana untuk berbagi temuan utama dari proyek tersebut. Selain itu, terungkap bahwa presentasi poster memberikan faktor dampak yang signifikan dibandingkan dengan presentasi lisan.
Moyo (2019) menyarankan 5C dalam membuat presentasi poster yang baik:
- Compliant (Patuh): Anda bertanggung jawab untuk membaca dan mematuhi panduan poster, bergantung pada acara. Terlepas dari formatnya, Anda harus mematuhi pedoman poster untuk memastikan semua kriteria terpenuhi.
- Catchy (Menarik): Judul poster Anda harus menarik! Judul harus dikembangkan dengan kreatif sehingga subjek dan tujuan poster Anda mudah disimpulkan.
- Clear (Jelas): Presentasi poster Anda harus “berdiri sendiri.” Peserta harus dapat membaca dan memahami pandangan Anda tanpa Anda hadir untuk menjelaskannya.
- Concise (Ringkas): Ada keterbatasan ruang dalam presentasi poster; oleh karena itu, ringkaslah informasi utama secara jelas dan singkat.
- Clutter-free (Bersih dari Keruwetan): Pertimbangkan jumlah teks, ukuran font, dan jenis font dengan hati-hati saat membuat poster Anda.
Artikel ini merupakan saduran dari artikel dosen Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris, Unesa. Untuk menemukan sumber jurnal yang dibahas dalam artikel ini, baca artikel yang berjudul "Poster Presentations".
Membuat Poster Akademik: Referensi & Further Reading
Moyo, M. (2019). The 5 Cs for Developing an Effective Poster Presentation. Journal of Radiology Nursing, 38(3), 210-212, ISSN 1546-0843. doi:10.1016/j.jradnu.2019.05.015
Boullata, J. I., & Mancuso, C. E. (2007). A “How‐To” Guide in Preparing Abstracts and Poster Presentations. In Nutrition in Clinical Practice (Vol. 22, Issue 6, pp. 641–646). Wiley. doi:10.1177/0115426507022006641
Ross, A. (2019). Using poster presentation to assess large classes: A case study of a first-year undergraduate module at a South African university. BMC Medical Education, 19(1), ISSN 1472-6920. doi:10.1186/s12909-019-1863-9