Tim Dosen S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unesa Perkenalkan Versi Beta ResMeth AI untuk Perancangan Metode Penelitian
Surabaya – Tim dosen Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Surabaya (Unesa) baru-baru ini merilis versi beta dari sebuah agen kecerdasan buatan (AI agent) yang dirancang khusus untuk membantu mahasiswa dalam menyusun proposal penelitian. Inovasi tersebut diberi nama ResMeth AI, singkatan dari Research Method AI.
ResMeth AI diinisiasi untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang semakin kompleks dalam memahami dan menyusun metodologi penelitian secara sistematis dan akademis. Kehadiran teknologi ini diharapkan mampu menjadi asisten akademik digital yang mendampingi mahasiswa sejak tahap perumusan masalah hingga penyusunan desain penelitian.
Ketua tim pengembang menjelaskan bahwa ResMeth AI dikembangkan sebagai respons atas berbagai tantangan yang kerap dihadapi mahasiswa, terutama dalam menentukan pendekatan penelitian, merumuskan instrumen, serta menyelaraskan metode dengan rumusan masalah dan tujuan penelitian mereka.
“Banyak mahasiswa memiliki ide penelitian yang layak diteliti, namun mereka mengalami kesulitan dalam mengeksekusi ide tersebut ke dalam format proposal yang sesuai kaidah metodologi ilmiah. ResMeth AI didesain dan dikembangkan untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujar ketua tim pengembang.
ResMeth AI dirancang tidak hanya memberikan rekomendasi umum, tetapi juga memberi panduan terstruktur terkait pendekatan dan desain penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, hingga contoh perumusan variabel dan hipotesis berdasarkan judul dan tujuan penelitian yang dimasukkan mahasiswa.
Sistem yang didesan dan dikembangkan ini memungkinkan mahasiswa untuk menyesuaikan konteks penelitian masing-masing. Pengembangan ResMeth AI sendiri telah melalui proses uji coba selama kurang lebih satu tahun. Uji coba dilakukan di Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unesa. Selama masa uji coba, tim dosen melakukan evaluasi berkala untuk menyempurnakan fitur, meningkatkan akurasi respons, serta memastikan kesesuaian dengan standar akademik yang berlaku.

Hasil uji coba menunjukkan respons positif dari mahasiswa. Sebagian besar pengguna menilai ResMeth AI membantu mereka lebih memahami pendekatan dan desain penelitian dan mempercepat proses penyusunan draft awal dari proposal mereka. Meski demikian, tim pengembang menegaskan bahwa ResMeth AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dosen pembimbing. “ResMeth AI hadir sebagai asisten, eksistensinya hanya sebatas sebagai alat bantu. Keputusan akademik tentu berada di tangan mahasiswa dan dosen pembimbing.

Dalam waktu dekat, tim dosen Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unesa berencana untuk mengembangkan versi terbaru dari ResMeth AI dengan fitur yang lebih komprehensif. Kemungkinan perluasan penggunaan ke program studi lain di lingkungan Unesa juga masuk dalam agenda di tahun 2026, tetapi setelah melewati tahapan uji coba yang ketat. Peluncuran versi beta ini menjadi salah satu langkah konkret Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris Unesa dalam mewujudkan langkah percepatan pencapaian SDGs 4 melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi berbasis digital, sekaligus meningkatkan kualitas penelitian mahasiswa di era modern.
"Versi beta yang dikembangkan ini membatasi akses pengguna sebanyak 3 kali sehari. Setelah semuanya siap, kami akan merilis ResMeth AI untuk digunakan secara luas. Inovasi ini merupakan wujud nyata dari komitmen kami di Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris untuk mewujudkan visi dan misi program studi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, tetapi juga handal dalam inovasi teknologi."