Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris UNESA Buktikan Kapasitas Global Melalui Pelaksanaan 2nd Foreign Language Student Forum (APBAPI)
Foreign Language Student Forum kembali hadir tahun 2025 ini sebagai ajang ilmiah yang ditujukan khusus bagi mahasiswa program studi pendidikan bahasa asing. Dengan mengusung semangat kolaborasi, partisipasi, dan inovasi, forum ini menjadi wadah strategis untuk saling berbagi pemikiran, hasil riset, serta mengulas perkembangan terbaru dalam dunia pendidikan bahasa asing. Lebih dari sekadar forum diskusi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan kompetensi akademik serta membangun jaringan antarlembaga pendidikan.

Pembukaan 2nd Foreign Language Student Forum
Kegiatan resmi dibuka dengan sambutan dari Ketua Asosiasi Program Studi Pendidikan Bahasa Asing di Indonesia (APBAPI), Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi, MA. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi keterlibatan aktif seluruh peserta serta menekankan peran penting forum ini sebagai kontribusi nyata mahasiswa pascasarjana terhadap pengembangan ilmu pendidikan bahasa, khususnya di tengah tantangan globalisasi dan kemajuan teknologi digital. Keberhasilan pelaksanaan forum ini tidak terlepas dari kerja kolektif dan profesionalisme tim APBAPI. Beliau juga turut mengungkapkan rasa bangga atas inisiatif mahasiswa serta menegaskan komitmen APBAPI untuk terus mendukung penyelenggaraan forum-forum ilmiah semacam ini di masa mendatang.
Sementara itu, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya, Syafi'ul Anam, Ph.D., dalam sambutannya mewakili Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris UNESA sebagai host, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi APBAPI dalam mengadakan kegiatan tahunan ini. Ia menyambut baik keberlanjutan forum sebagai bentuk sinergi positif antar mahasiswa, dosen, dan praktisi pendidikan.

Sekretaris APBAPI sekaligus penanggung jawab acara, Ahmad Munir, M.Ed., Ph.D., turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasi dan semangatnya. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada panitia atas kerja keras dan dedikasi mereka. Menurutnya, forum ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran sentral dalam mendorong diskusi akademik yang berskala internasional. Ia pun berharap agar Forum Mahasiswa Bahasa Asing ke-3 tahun depan bisa melibatkan lebih banyak mitra dari luar negeri, mengangkat tema yang lebih relevan dengan konteks global, serta memberi dampak nyata tidak hanya dalam dunia akademik, tapi juga dalam praktik pengajaran sehari-hari.
Forum ini menghadirkan dua pembicara utama dari institusi ternama, Prof. Deshinta Arrova Dewi, Ph.D. dari INTI International University (Malaysia), dan Prof. Dra. Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., M.A., Ph.D. dari Universitas Negeri Surabaya. Keduanya membahas isu-isu aktual dalam pengajaran bahasa asing. Materi yang disampaikan mendapat respons sangat positif dari peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan selama sesi tanya jawab, serta ketertarikan peserta untuk mengadopsi gagasan-gagasan tersebut dalam penelitian tugas akhir maupun proyek pengajaran di lingkungan kampus mereka masing-masing.